Guna Mewujudkan Swasembada Daging, Kementan Investasi 200 Ribu Sapi di Daerah Kalimantan Tengah

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini Presiden Prabowo Subianto telah meminta kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk berfokus terhadap pencapaian swasembada pangan.

Sebagai informasi bahwa definisi dari swasembada pangan adalah dimana suatu negara mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya sendiri tanpa bergantung pada impor dari negara lain, dan negara tersebut mampu memproduksi bahan pangan lebih dari kebutuhan harian seluruh penduduknya.

Diketahui, bahan pangan di negara Indonesia sendiri terbagi menjadi 2 jenis yakni bahan pangan pokok (beras, ubi, singkong, jagung) dan bahan pangan tinggi protein (telur, ikan, daging, kacang-kacangan).

Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan agar suatu negara mampu mencapai swasembada pangan, cara tersebut meliputi menggunakan teknologi modern dalam sektor pertanian, meningkatkan produktivitas dengan memperluas lahan dan menggunakan bibit yang unggul, mendukung taraf hidup para petani lokal, melakukan pengelolaan stok dengan baik, mengurangi impor dan meningkatkan ekspor, dan meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian di seluruh daerah.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa pada tahun 2025 negara Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras, dan produksi beras pada tahun tersebut telah memenuhi kebutuhan pokok harian seluruh masyarakat Indonesia, bahkan produksinya telah mengalami surplus yang cukup tinggi.

Presiden Prabowo Subianto tidak ingin puas sampai disitu saja, dan saat ini kita harus berjuang semaksimal mungkin agar beberapa waktu kedepan kita juga dapat berhasil mencapai swasembada pangan lainnya.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menargetkan bahwa pada 3 tahun kedepan, negara Indonesia dapat mencapai swasembada pangan yang maksimal di seluruh sektor (peternakan, pertanian, perikanan).

Baru-baru ini, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan pengembangan investasi pada sektor peternakan, yakni mendatangkan 200 ribu ekor sapi untuk dibudidayakan di daerah Kalimantan Tengah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman mengatakan, langkah investasi 200 ribu sapi merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah untuk mempercepat swasembada pangan khususnya di sektor peternakan.

Menurut Andi Amran, negara Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah, jadi permasalahannya saat ini adalah kita harus pandai dalam mengelola sumber daya alam kita agar dapat menjadi bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Selain mempunyai sumber daya alam yang melimpah, negara Indonesia juga dikenal dengan negara yang mempunyai tanah yang subur, bahkan terdapat lagu yang mengklaim bahwa “tanah Indonesia adalah tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman”.

Investasi peternakan sangatlah penting dan memang harus dilakukan dengan skala yang cukup besar, pasalnya saat ini bahan pakan peternakan alami sudah tercipta tanpa harus ditanam terlebih dahulu.

Dalam pelaksanaannya, investasi peternakan sapi akan dibagi menjadi 2 bagian, yakni 100 ribu ekor sapi akan dikembangkan, dan 100 ribu ekor lagi untuk kebutuhan plasma.

Andi Amran menegaskan bahwa Indonesia adalah negeri agraris yang besar. Tanahnya subur, alamnya luas. Tapi kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, akhirnya kita lambat sendiri. Padahal pelihara sapi itu sederhana. Tanam rumput, sapi minum, hidup, selesai. Yang bikin ribet kadang izinnya.

Oleh karena itu, saat ini Kementan bersama sejumlah pihak terkait akan menjadikan daerah Kalimantan Tengah sebagai kawasan industri sapi terpadu, modern, dan berkelanjutan.

Andi Amran menjelaskan, saat ini telah terdapat 40.006 hektare lahan di Kalimantan Tengah yang akan disiapkan untuk kebutuhan infrastruktur peternakan sapi.

Konsep industri peternakan sapi terpadu akan dijalankan dengan menggabungkan sejumlah proses, seperti sapi potong, sapi perah, dan industri pengolahan daging dalam satu kawasan Kalimantan Tengah.

Kawasan peternakan sapi akan dijejerkan dengan kawasan tanaman kelapa sawit, karena pada dasarnya sapi akan menghasilkan kotoran yang dapat diolah untuk menjadi pupuk kompos yang sangat berguna dan bermanfaat bagi tanaman.

 

Presiden Prabowo Danai Riset Swasembada Pangan dan Energi

 

Disaksikan Presiden Prabowo, Kejagung Serahkan Uang Rp 13,2 Triliun Hasil Sitaan Korupsi CPO ke Negara

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, untuk mencapai swasembada pangan dan swasembada energi, maka dibutuhkan yang namanya riset dan pengembangan.

Definisi dari Riset dan pengembangan (R&D) ialah suatu proses penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan kreatif untuk mencapai satu tujuan yang diinginkan.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya sangat sungguh-sungguh dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi, maka dari itu, saat ini dana riset dan pengembangan akan ditambah hingga Rp 12 triliun rupiah.

Seluruh kampus dan pakar ahli dihimbau untuk bekerja sama dengan pihak BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dalam mencapai swasembada pangan dan swasembada energi.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa dirinya tidak akan berfokus terhadap R&D saja, melainkan juga akan berfokus terhadap sistem industrial dan hilirisasi yang modern dan berkelanjutan.

Tujuan utama pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan swasembada energi ialah pemerintah ingin seluruh masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan, tingkat pengangguran semakin menurun, tidak ada lagi kelaparan, dan mengentaskan kemiskinan di seluruh daerah Indonesia.

Related posts